Novel Ponsel : Classroom – ch 2

Aku tidak pernah punya teman sejak kelas 1 SMP.

Terlalu sulit untuk berbaur. Apalagi aku bukan orang asli Tokyo.

Banyak hal yang tak kumengerti,
Cara bergaul, misalnya.

Dan setiap hari –begitupula hari ini– aku hanya bisa melihat iri,
Pada teman-teman yang pergi bermain setelah pulang sekolah.
Sementara aku hanya diam di kelas,
Menunggu matahari semakin tergelincir.

Dan baru akan pulang saat anggota klub basket membereskan gedung olahraga.

Kenapa?
Supaya setidaknya… Aku tidak harus berdiam diri sendirian di rumah.

℘ToBeContinued

From Raffles to Olivia

Oh thou whom neer my constant heart
One moment hath forgot
Tho fate severe hath bid us part
Yet still – forget me not


Well, hanya ingin posting sebuah puisi oleh Sir Thomas Stamford Raffles yang dia buat untuk Istrinya yang meninggal sebelum dia karena malaria, Lady Olivia Mariamne Devenish-Raffles.

Maybe next time, I’ll post the story!

Novel Ponsel : Classroom – ch 1

5 November 2014,

Segalanya selalu terlihat abu-abu.
Dan bisu.

Kenapa? Kenapa yang lainnya bisa melihat begitu banyak warna, dan tersenyum lebar?

Aku tidak membutakan mataku. Aku tidak mengunci mulutku.

–ah ya,
Aku mengunci hatiku.


“Nanti mampir ke kafe dekat sekolah ya?!”

“Oke!”

Sementara mereka pergi,
Aku hanya bisa menunduk dan berjalan pulang. Sendiri.

Aku benci semua rasa sepi ini.

Tapi aku tak ingin merubahnya. Aku tak bisa.

℘ ToBeContinued